mesin dhoc dan shoc

Perbedaan Sistem DOHC Dan SHOC

by Admin on June 18, 2012

Perkembangan teknologi dari masa ke masa telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Kendali Industri otomotif masih dipegang oleh beberapa negara yang terlibat dalam perang dunia ke II (dua) sebut saja mereka adalah Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Rusia. Meskipun saat ini beberapa negara di Asia seperti Korea Selatan, Malaysia dan China ikut berpartisipasi dalam perkembangan teknologi otomotif, namun peran sertanya masih dikatakan tak sebanding dengan negara-negara pioneer industri otomotif yang telah kami sebutkan diatas.

Suzuki yang juga merupakan “pemain lama” dalam industri otomotif juga terus melakukan improvisasi pada bagian eksterior, interior, kabin dan juga mesin untuk setiap produknya. Salah satu yang paling banyak menjadi bahan pertimbangan konsumen adalah diaplikasikannya sistem DOHC atau SHOC pada mesin.

Agar tidak membingungkan konsumen disini kami akan menjelaskan mengenai perbedaan system kerja antara mesin DOHC dan SOHC.

Pengertian dan Sistem Kerja

SOHC (Single Overhead Camshaft) atau dalam bahasa Indonesia satu buah poros kem (noken as). Sesuai dengan namanya, teknologi ini hanya menggunakan satu buah poros kem (noken as) yang disimpan di kepala silinder (cylinder head).

DOHC (Double Overhead Camshaft) merupakan salah satu teknologi valve lifting atau mekanisme katup. Sesuai dengan namanya, teknologi ini menggunakan dua buah noken as (camshaft).

Kelebihan SHOC dan DHOC

SOHC salah satunya kompresinya yang tinggi sementara kekurangannya akselerasi mesin tipe SOHC relatif lebih lambat dari DOHC.

DOHC jelas salah satunya akselerasi mesin jauh lebih baik daripada SOHC namun untuk biaya perawatan kalau terjadi kerusakan mesin DOHC jelas akan lebih mahal dari pada mesin SOHC.

Perlu diketahui juga bahwa sistem DHOC adalah pengembangan dari sistem SHOC yang mana menghasilkan suara yang lebih halus dan performa mesin yang lebih baik dari pada SOHC karena masing-masing poros pada mesin DOHC memiliki fungsi berbeda untuk mengatur klep masuk dan buang. Camshaft atau (bahasa bengkelnya noken as) adalah salah satu komponen mesin yang memiliki fungsi untuk mengatur open-close engine valve (buka-tutup katup) saluran masuk dan buang pada ruang bakar sebuah mesin kendaraan.

Cara kerjanya, camshaft akan berotasi didalam mesin secara terus menerus selama mesin mobil dalam keadaan hidup. Bentuk camshaft berupa batangan besi dengan panjang tertentu yang memiliki bentuk khusus dan terdapat beberapa tonjolan landai pada badannya yang disebut Lobe.

Bagian yang bernama lobe inilah yang akan bertugas menggerakkan katup mesin sehingga mampu membuka lubang masuk dan keluar ruang bakar mesin dan waktu buka-tutup inilah yang dapat mempengaruhi tenaga pada sebuah mesin.

Leave a Comment